Lensasport – Barcelona menghadapi El Clasico dengan pekerjaan rumah yang tidak sederhana. Hansi Flick harus meracik susunan pemain yang tepat di tengah persoalan cedera, sementara Real Madrid bukan lawan yang bisa diberi ruang untuk mengembangkan permainan.
Pertanyaannya bukan cuma siapa yang bakal menjadi starter, tetapi seberapa siap Barcelona menjaga keseimbangan permainan. Agresivitas tinggi memang menjadi salah satu ciri khas tim Flick, tetapi pendekatan itu bisa berbalik menjadi bumerang jika lini belakang kehilangan koordinasi.
Lini Belakang Barcelona Jadi Titik Rawan
Absennya Eric Garcia dan Andreas Christensen, ditambah keraguan atas kondisi Jules Kounde, membuat pilihan di sektor pertahanan semakin terbatas. Xavi Espart berpeluang mendapatkan kesempatan di sisi kanan, sedangkan Pau Cubarsí dan Gerard Martín diproyeksikan mengisi jantung pertahanan.
João Cancelo juga menjadi opsi di sisi kiri. Namun, persoalannya bukan sekadar menentukan empat pemain belakang. Barcelona harus mampu mengantisipasi transisi cepat Madrid, terutama ketika bek sayap naik membantu serangan.
Di pertandingan seperti El Clasico, satu kesalahan posisi bisa berujung peluang emas bagi lawan.
Rodri dan Pedri Bisa Menentukan Arah Permainan
Di lini tengah, kombinasi Rodri, Pedri, dan Fermín López diprediksi menjadi salah satu opsi utama Flick. Ketiganya menawarkan karakter berbeda: Rodri untuk menjaga keseimbangan, Pedri sebagai pengatur tempo, dan Fermín untuk memberikan energi serta penetrasi.
Barcelona membutuhkan lini tengah yang berani menguasai bola, tetapi tidak ceroboh ketika kehilangan penguasaan. Jika jarak antarpemain terlalu renggang, Madrid bisa memanfaatkan ruang sebelum pertahanan sempat kembali ke posisinya.
El Clásico
Raphinha dan Lamine Yamal Jadi Tumpuan Serangan
Kembalinya Raphinha memberikan tambahan opsi di lini depan. Ia berpeluang bergabung dengan Lamine Yamal dan Anthony Gordon dalam skema 4-3-3.
Yamal bisa menjadi ancaman melalui kreativitas dari sisi sayap, sementara Raphinha menawarkan intensitas dan pergerakan agresif. Namun, efektivitas mereka akan sangat bergantung pada suplai bola dari lini tengah.
Prediksi starting XI Barcelona vs Real Madrid: Joan García; Xavi Espart, Pau Cubarsí, Gerard Martín, João Cancelo; Rodri, Pedri, Fermín López; Lamine Yamal, Raphinha, Anthony Gordon.
Susunan tersebut masih berupa prediksi, bukan line-up resmi. Pada akhirnya, peluang Barcelona tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain depan, tetapi juga kemampuan Flick menjaga pertahanan tetap disiplin. Melawan Madrid, dominasi bola saja belum tentu cukup.



