Real Madrid tidak ditayangkan di televisi China meskipun berhasil mengamankan kemenangan 3-0 atas Racing Santander. Situasi ini memperlihatkan bahwa kontroversi Kylian Mbappe dan Mao Zedong belum benar-benar selesai. Bahkan, dampaknya mulai merembet ke ranah bisnis dan popularitas klub raksasa Spanyol tersebut di pasar Asia.
Keputusan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, untuk tidak menayangkan pertandingan Los Blancos menjadi perhatian tersendiri. Terlebih, laga tersebut sebenarnya menjadi kesempatan bagi penggemar di China untuk menyaksikan penampilan Mbappe bersama Real Madrid.
Menariknya, pertandingan Barcelona melawan Alaves yang berakhir dengan kemenangan 6-1 masih tersedia melalui platform streaming Migu. Kondisi ini memperlihatkan adanya perlakuan berbeda terhadap siaran pertandingan klub-klub La Liga.
Kontroversi Meme Mao Zedong Seret Nama Kylian Mbappe
Pangkal persoalan bermula dari sebuah rekaman yang dibuat pada April dan baru muncul ke publik belakangan ini. Dalam video tersebut, Mbappe terlihat tertawa ketika menyaksikan meme yang menggabungkan wajahnya dengan gambar Mao Zedong, mantan pemimpin China.
Ketika melihat gambar itu, Mbappe menyebut sosok tersebut sebagai “seseorang” yang diyakininya merupakan “diktator China”.
Komentar tersebut kemudian memicu reaksi keras karena Mao Zedong merupakan figur sejarah yang sangat sensitif dalam kehidupan politik dan budaya China.
Setelah kontroversi berkembang, penyerang asal Prancis itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Mbappe menggambarkan komentarnya sebagai sesuatu yang “tidak dipikirkan matang-matang”.
Real Madrid dan La Liga juga ikut menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut. Bahkan, Kementerian Luar Negeri China mengakui telah menerima pernyataan penyesalan dari pihak-pihak terkait.
Namun, permintaan maaf ternyata belum cukup untuk mengembalikan situasi seperti semula.
CCTV Belum Kembali Menayangkan Pertandingan Real Madrid
China Media Group sebelumnya menegaskan bahwa permintaan maaf dari Mbappe, Real Madrid, dan La Liga menjadi persyaratan penting untuk membuka jalan penyelesaian masalah.
Walaupun ketiga pihak telah mengambil langkah tersebut, pertandingan Real Madrid masih belum kembali menghiasi layar CCTV.
Dampaknya tidak berhenti pada siaran televisi. Sejumlah merek besar di China dilaporkan mengakhiri kerja sama sponsor dengan Mbappe setelah kontroversi mencuat.
Aktivitas digital sang pemain juga ikut terkena imbas. Akun Mbappe di Rednote, salah satu platform media sosial populer di China, dibatasi karena dianggap melanggar pedoman komunitas.
Real Madrid Bisa Kehilangan Peluang Bisnis di Pasar Asia
Situasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi manajemen Real Madrid. China merupakan salah satu pasar penting bagi industri sepak bola internasional, terutama dalam urusan sponsor, pemasaran, dan basis penggemar.
Jika larangan penayangan terus berlangsung, Los Blancos berpotensi kehilangan sebagian eksposur komersialnya. Kondisi tersebut juga bisa memberikan keuntungan bagi kompetisi lain seperti Premier League dan Bundesliga dalam memperebutkan perhatian penonton Asia.
Persoalan ini sebenarnya bukan hal baru. NBA pernah mengalami ketegangan hubungan dengan China setelah Daryl Morey, mantan manajer umum Houston Rockets, mengunggah pernyataan dukungan kepada demonstran Hong Kong.
Kini, Real Madrid menghadapi tantangan serupa dalam skala industri sepak bola.
Bagi Los Blancos, menyelesaikan kontroversi Mbappe bukan sekadar urusan menjaga reputasi pemain. Ada kepentingan bisnis dan hubungan internasional yang ikut dipertaruhkan. Selama pertandingan mereka masih absen dari televisi pemerintah China, dampak dari kontroversi tersebut jelas belum sepenuhnya berakhir.